Berita Ekonomi Provinsi Yang Ekspor Jagung Terbesar Di Indonesia

Berita Ekonomi Provinsi Yang Ekspor Jagung Terbesar Di Indonesia

Berita Ekonomi Provinsi Yang Ekspor Jagung Terbesar Di Indonesia

Berita Ekonomi Provinsi Yang Ekspor Jagung Terbesar Di Indonesia. Ekspor jagung yang dilakukan oleh pemerintah merupakan wujud amanat Nawacita untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain provinsi Sulawesi Selatan, ekspor jagung Indonesia berasal dari Provinsi Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat.

Berita Ekonomi Provinsi Yang Ekspor Jagung Terbesar Di Indonesia. “Sebelumnya, kami mengekspor 57.000 ton jagung dari Gorontalo,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pelabuhan Makassar saat meluncurkan ekspor jagung sebanyak 60.000 ton dari provinsi Sulawesi Selatan ke Filipina.

Ekspor jagung dari Sulawesi Selatan sebanyak 60 ribu ton merupakan tahap awal dari total kontrak 100 ribu ton ke Filipina. Sementara itu, ekspor jagung dari Provinsi Nusa Tenggara Barat ke Filipina ditargetkan mencapai 300.000 ton. Pusat jagung di provinsi ini ada di Pulau Sumbawa.

Pada pertemuan bilateral Filipina dan Indonesia di Manila, setahun yang lalu, terungkap bahwa potensi pasar jagung di Filipina mencapai 1,1 juta ton. Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan sektor produksi pertanian di Indonesia. Dengan begitu, jumlah ekspor jagung dan komoditas lainnya bisa meningkat.

“Tahun ini, kami menyiapkan bibit jagung dan pupuk 3,7 juta hektare lebih, bebas untuk petani,” katanya.Amran menekankan bahwa ekspor ini merupakan prestasi besar sehingga menjadi sejarah baru Indonesia karena Indonesia pernah berlangganan impor. jagung, kini membalikkan ekspor.

“Kerja keras petani yang didukung oleh semua partai ini bermanfaat, dan pada tahun 2015, Indonesia mengimpor jagung menjadi 3,5 juta ton, namun dengan dorongan dalam program jagungisasi, 2016 impor turun 62 persen dan 2017 tidak ada impor jagung. ” jagung ratusan ribu ton.

Jika tidak ada program Upaya Khusus, kami akan mengimpor 4 sampai 5 juta ton, “tambah Amran. Ekspor jagung tahun ini dimulai dari Gorontalo yang mengekspor 57 ribu ton ke Filipina dan dilanjutkan dari Makassar.

Rencananya, pekan depan Indonesia akan mengekspor jagung. dari Sumbawa, NTB. “Target tahun ini setidaknya 300 ribu ton dan ekspor dari Jawa Timur dan Sulawesi Barat,” katanya.

Amran pun menekankan peningkatan produksi jagung tidak hanya berdampak perolehan devisa, akan tetapi sangat nyata meningkatkan kesejahteraan petani. Misal, dengan total produksi jagung Sulsel 2,23 juta ton/tahun dan harga Rp 3.150/kilogram, diperoleh pendapatan Rp 7 triliun.

“Setelah dikurangi biaya produksi, ya minimal petani jagung Sulsel memperoleh untung Rp 4 hingga 5 triliun. Ini nilai yang sangat besar. Jadi petani dipastikan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menegaskan, ekspor jagung hari ini menandakan Indonesia mampu menyediakan pangan, khususnya jagung untuk negara lain. “Impor pangan strategis tidak boleh masuk di Sulsel. Hari ini kita buktikan bersama ekspor jagung,” katanya.

Menurut dia, modernisasi alat pertanian bakal menggenjot produksi jagung hingga 2,6 juta ton yang nilainya mencapai Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun.

Adapun berdasarkan data BPS, produksi jagung nasional sejak 2015 hingga 2018 mengalami kenaikan. Pada 2015, produksi jagung sebesar 19,6 juta ton, 2016 naik menjadi 23,6 juta ton, dan pada 2017 naik yakni 27,9 juta ton.

Demikian juga produksi jagung di Sulawesi Selatan selama 3 tahun ini pun mengalami kenaikan. Sementara itu, pada 2015 sebesar 1,5 juta ton, 2016 sebanyak 2,1 juta ton, dan pada 2017 pun naik menjadi 2,23 juta ton.