Berita ekonomi Penerimaan Bea Dan Cukai Meningkat Di Awal April

Berita ekonomi Penerimaan Bea Dan Cukai Meningkat Di Awal April

Berita ekonomi Penerimaan Bea Dan Cukai Meningkat Di Awal April

Berita ekonomi Penerimaan Bea Dan Cukai Meningkat Di Awal April. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mencatat total penerimaan bea dan cukai hingga 3 April 2018 mencapai Rp19 triliun, naik 17,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, total bea dan cukai terdiri dari bea masuk Rp8,8 triliun, bea keluar Rp1,4 triliun, dan cukai Rp8,6 triliun.

Sementara itu, pada 3 April tahun lalu, total penerimaan bea dan cukai hanya Rp16,1 triliun. Ketika ditentukan, bea masuk Rp7,8 triliun, bea keluar Rp800 miliar, dan cukai Rp7,4 triliun.

“Secara keseluruhan naik 17,6 persen yang terdiri dari 12,9 persen untuk pertumbuhan bea masuk, cukai tumbuh 15,9 persen, dan bea ekspor tumbuh 74,6 persen,” kata Heru, Rabu (4/4).

Heru mengatakan, pertumbuhan bea masuk yang tinggi tidak lepas dari pengekangan impor berisiko tinggi. Dengan demikian, impor yang dilakukan pada awal tahun ini dianggap lebih transparan dari sebelumnya.

“Ini adalah perubahan dari importir ilegal menjadi legal dan itu pasti mempengaruhi basis pajak,” Heru menjelaskan.

Jumlah penerimaan pajak dan bea cukai hingga 3 April 2018 baru mencapai 9,8 persen dari target tahun ini sebesar Rp194,1 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerimaan pajak pada akhir Februari 2018 naik 14 persen dibanding Februari 2017. Rinci, Rp134,6 triliun dalam penerimaan pajak dan bea cukai Rp6,3 triliun. Artinya, total penerimaan pajak pada Februari 2018 sebesar Rp160,62 triliun.

“Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, itu berarti momentum itu semakin meningkat, dilihat dari sisi perpajakan yang menunjukkan aktivitas,” kata Sri Mulyani.