Berita Ekonomi Pemerintah Tidak Ingin Intervensi Tarif Ojol

Berita Ekonomi Pemerintah Tidak Ingin Intervensi Tarif Ojol

Berita Ekonomi Pemerintah Tidak Ingin Intervensi Tarif Ojol

Berita Ekonomi Pemerintah Tidak Ingin Intervensi Tarif Ojol. Pemerintah akan memastikan menunggu hasil mediasi antara penyedia layanan sepeda motor online (online) dengan driver yang terkait dengan penentuan tarif angkutan umum.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemerintah tidak akan campur tangan lebih jauh untuk menentukan tarif taksi sepeda motor ini secara online.

“Berkenaan dengan taksi sepeda motor online yang kami khawatirkan tentang bagaimana tukang ojek sepeda motor mendapatkan perlindungan tarif yang adil, pemerintah tidak akan memasuki negosiasi.

Pemerintah hanya akan bertindak sebagai mediator yang memfasilitasi kedua pihak untuk melakukan negosiasi tarif. Diharapkan bahwa hasil dari diskusi tarif dapat menghasilkan keputusan hari ini.

Namun, jika mediasi terkait tarif antara aplikator dan pengemudi ojek online masih belum menemukan titik tengah, pihaknya akan terus melakukan mediasi hingga tarif baru dapat ditentukan.

“Kami memberi kesempatan kepada pengemudi dan aplikator untuk bernegosiasi, kami telah memberikan mediasi, menunggu hari ini bagaimana mereka membuat keputusan, hingga kini belum ada pengumuman,” kata Budi Karya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengusulkan tarif pajak sepeda motor online sebesar Rp2.000 per kilometer. Harga ini termasuk dari laba dan biaya layanan.

Budi Karya mengatakan bahwa berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh pihaknya, harga tarif dasar layak untuk berada di kisaran Rp1.400 – Rp1.500 per kilometer. Ditambah dengan manfaat dan biaya layanan, tarifnya sekitar Rp2.000 per kilometer.

Dengan besaran ini, Budi menilai akan dapat menguntungkan semua pihak, baik dari aplikator maupun bagi pengemudi ojek online. Oleh karena itu, ia berharap bahwa pengemudi ojek online telah membuat keputusan awal minggu depan mengenai tarif yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.