Berita Ekonomi Pabrik Pengalengan Ikan Berhenti Beroperasional

Berita Ekonomi Pabrik Pengalengan Ikan Berhenti Beroperasional

Berita Ekonomi Pabrik Pengalengan Ikan Berhenti Beroperasional

Berita Ekonomi Pabrik Pengalengan Ikan Berhenti Beroperasional.¬†Setidaknya 26 pabrik pengalengan ikan harus menghentikan operasi mereka karena penarikan produk, setelah beredar informasi tentang penemuan cacing dalam produk ikan mackerel kalengan. Akibatnya, ribuan karyawan di industri ini ‘diberhentikan’ hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Berita Ekonomi Pabrik Pengalengan Ikan Berhenti Beroperasional. Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan (APIKI) Ady Surya mengatakan, penarikan produk secara otomatis akan mempengaruhi pembatalan produksi ikan kaleng. Dari 40 pabrik di bawah asosiasinya, 26 pabrik kini telah berhenti beroperasi.

Berita Ekonomi Pabrik Pengalengan Ikan Berhenti Beroperasional. “Setelah pruduk ditarik, pabrik ditutup, meskipun sebagian besar (pabrik) produk ikan mackerel yang ditutup secara otomatis kami kompilasi ribuan pekerja kami,” kata Ady ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Ady enggan menyebutkan berapa karyawan yang diberhentikan. Namun, katanya, kapasitas karyawan di satu pabrik saja mencapai sekitar 500 hingga 5.000 karyawan.

Menurut Adi, pabrik yang sudah ditutup saat ini sebagian besar berada di wilayah Banyuwangi, Bali dan Jawa Tengah. Kerugian yang diakibatkan mencapai milyaran rupiah.

“Pulau Jawa dan Bali, kemarin saya cek kemarin ditutup karena tidak ada yang bisa kami hasilkan Kami rugi, bukan ratusan juta yah, tapi milyaran,” jelasnya.

Sebelumnya, kepala BPOM Penny Lukito menginstruksikan produsen, distributor, atau importir produk ikan tenggiri kaleng yang mengandung cacing parasit untuk menghentikan penjualan.

Instruksi itu mengikuti temuan BPOM tentang 27 merek kontainer ikan kontainer yang mengandung cacing. Temuan ini merupakan hasil dari 541 sampel yang diuji dari 66 merek ikan berbasis ikan di seluruh Indonesia.

BPOM mengungkapkan secara rinci 27 merek di situs resminya, Rabu (28/3). Puluhan merek yang mengandung produk cacing termasuk ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr. Fish.

Selain itu ada juga Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, Fisher King, LSC, Maya, Nago / Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S & W, Sempio, TLC dan TSC.