Berita Ekonomi Indonesia Berpeluang Meningkatkan Pangsa Pasar

Berita Ekonomi Indonesia Berpeluang Meningkatkan Pangsa Pasar

Berita Ekonomi Indonesia Berpeluang Meningkatkan Pangsa Pasar

Berita Ekonomi Indonesia Berpeluang Meningkatkan Pangsa Pasar. Ekonom Faisal Basri mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China bisa menjadi peluang baru bagi Indonesia.

Berita Ekonomi Indonesia Berpeluang Meningkatkan Pangsa Pasar. Sebelumnya, Amerika Serikat dan China telah terkunci dalam transaksi perdagangan yang didukung AS yang mempromosikan tarif impor AS dari China sebesar $ 60 miliar.

China juga menjawab. Produk AS dikenakan tarif impor 15 persen – 25 persen. Produk impor dari Amerika Serikat, termasuk kacang-kacangan, anggur, babi, dan produk turunan.

“Perang dagang akan menyebabkan menyusut (narrowing), tetapi sebenarnya bisa menjadi peluang (peluang) bagi kita,” katanya di Gedung Rektorat Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Selasa (3/4).

Menurutnya, perang dagang antara AS dan China bisa meningkatkan penetrasi pasar untuk produk-produk dari Indonesia. Belum dimanfaatkan secara optimal.

Memang, neraca perdagangan Indonesia dengan Cina mencatat defisit. Kementerian Perdagangan mengatakan tahun lalu neraca perdagangan Indonesia-China mengalami defisit sebesar U $ 12 miliar.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan non-minyak dan gas (non-migas) Indonesia-Cina mencapai US $ 14 miliar.

Faisal mengatakan Indonesia adalah satu-satunya negara di ASEAN dengan defisit dalam neraca perdagangan dengan China.

“Satu-satunya negara di ASEAN yang defisit sama Cina hanya Indonesia. Ini tidak masuk akal .. Cabai impor dari sana itu tidak masuk akal, jika musim dingin (musim dingin) mereka tidak bisa metik, kita bisa metik kapan saja. , “jelasnya.

Karena itu, pemerintah harus bisa berpikir seperti generasi millenial dengan memanfaatkan peluang perang dagang yang ada antara Cina dan AS. Indonesia harus dapat melihat komoditas yang dapat diekspor ke China untuk menggantikan barang yang diimpor dari bea impor AS.

“Ekspor AS ke China, misalnya, Cina mengimpor kedelai dari AS, lalu dikenakan bea masuk, misalnya, kita memiliki kedelai yang baik bisa masuk ke China dengan harga lebih murah,” tutupnya.