Berita Ekonomi Bank Indonesia Yakin Rupiah Masih Bisa Bangkit

Berita Ekonomi Bank Indonesia Yakin Rupiah Masih Bisa Bangkit

Berita Ekonomi Bank Indonesia Yakin Rupiah Masih Bisa Bangkit

Berita Ekonomi Bank Indonesia Yakin Rupiah Masih Bisa Bangkit. Bank Indonesia (BI)  yakin rupiah terhadap dolar AS masih berpotensi kuat, meski sejak bulan lalu terus melemah akibat dampak kondisi pasar keuangan global.

Kepala Departemen Manajemen Moneter Bank Indonesia Doddy Zulverdi mengatakan kondisi ekonomi domestik yang stabil akan memberikan sentimen positif terhadap pemulihan rupiah.

Berita Ekonomi Bank Indonesia Yakin Rupiah Masih Bisa Bangkit. “Harapan kami, dengan indikator ekonomi domestik yang positif, kita melihat kesempatan untuk melakukan koreksi kembali,” kata Dody.

Menurut dia, stabilnya perekonomian domestik tercermin dalam beberapa indikator. Pertama, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,07 persen tahun ke tahun (year on year / yoy) tahun lalu.

Padahal, pada kuartal IV tahun 2017, perekonomian berada pada kisaran 5,19 persen atau lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia sekitar 5,1 persen. “Artinya, kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia masih besar, didukung oleh kondisi investasi swasta dan ekspor yang baik,” jelasnya.

Kedua, inflasi mencapai 0,17 persen setiap bulan (bulan ke bulan / mtm) dan 3,18 persen (year on year) pada bulan Februari 2018. Ketiga, neraca pembayaran Indonesia mencatat surplus sebesar US $ 11,6 miliar tahun lalu.

Keempat, Defisit Rekening Koran / CAD adalah 1,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski, berpotensi naik ke kisaran 2-2,5 persen dari PDB, namun masih pada level yang sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia.

Kelima, masih ada kepercayaan pelaku pasar, investor, dan institusi terkait terhadap perekonomian Indonesia. Ini bisa dilihat dari rating (rating) investasi yang diberikan oleh sejumlah institusi.

“Hal terakhir, ada konfirmasi dari Bloomberg Index Bond yang mengatakan bahwa obligasi Indonesia termasuk dalam daftar mereka, ini adalah sentimen yang bagus,” katanya.

Pada penutupan perdagangan kemarin sore, nilai tukar rupiah sebesar Rp13.748 per dolar AS atau naik sekitar 0,02 persen dari pembukaan perdagangan kemarin di Rp13.762 per dolar AS. Namun, berdasarkan kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah kemarin Rp13.793 per dolar AS.